Sekolah Sepak Bola Perlu Kurikulum Standar

Rabu, 18 Februari 2009 | 13:58 WIB

JAKARTA, RABU — Sepak bola Indonesia membutuhkan kurikulum standar untuk mencetak pemain-pemain berbakat agar bisa bersaing dengan negara-negara lain. Kurikulum ini perlu diterapkan dan menjadi standar di sekolah-sekolah sepak bola (SSB).

Ketua Yayasan Akademi Sepak Bola Intinusa Olah Prima (AS-IOP), Bob Hippy, menegaskan, ketiadaan kurikulum standar seperti itulah yang membuat persepakbolaan di Indonesia tidak maju. "Untuk meningkatkan profesionalisme sepak bola khususnya SSB di Indonesia, maka kita membutuhkan kurikulum pelajaran sepak bola," ujar Bob di acara Seminar Masa Depan Sepak Bola Indonesia di Jakarta, Rabu (18/2).

Dengan kurikulum standar itu, SSB dapat menerbitkan rapor yang menunjukkan prestasi sepak bola masing-masing pemainnya. Rapor inilah yang nantinya akan digunakan untuk menanggapi para orangtua siswa yang mempertanyakan soal kemampuan anaknya. Rapor ini juga bisa digunakan sebagai patokan jika orangtua ingin menempatkan anak-anaknya di sekolah-sekolah sepak bola di negara lain yang lebih maju.

"Selama ini 'kan orangtua selalu protes, kenapa kok anaknya tidak diajak bermain atau masuk tim. Nah, dengan adanya rapor ini, 'kan nantinya bisa dikasih tunjuk ke orangtua," papar Bob.

Bob mengaku, saat ini dirinya sudah mempunyai kurikulum yang dibuatnya sendiri. Namun, ia masih akan berbicara kepada PSSI untuk menyempurnakan kurikulum buatannya tersebut. Ia juga akan melakukan studi banding ke Malaysia, yang sudah memiliki kurikulum standar.


Kompas.com C3-09

No comments: