Jum'at, 02 Maret 2001 | 11:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) segera menertibkan sekolah sepakbola yang bertebaran di seluruh nusantara. Penertiban dilakukan dengan melakukan akreditasi atas kualitas sekolah yang bersangkutan. “Sebagai langkah menuju akreditasi itu, PSSI kini menekankan agar pelatih sekolah sepakbola memiliki ijasah youth assistance degree,” kata Humas PSSI, Eddi Elison, Jumat (2/3), di kantornya, Jakarta.
Untuk memudahkan perolehan ijasah itu, lanjut Eddi, PSSI mulai bulan Februari menggelar kursus pelatihan di berbagai daerah. Kursus pertama digelar pada 18-26 Februari di Sumatra Utara dan diikuti 56 pelatih dari berbagai sekolah sepakbola se-Sumatra utara. Kursus berikutnya akan digelar 7-16 Maret di Pontianak, Kal-Bar.
Untuk pelaksanaan kursus ini, PSSI menyerahkannya kepada pengurus daerah (Pengda) PSSI setempat. PSSI hanya memberikan fasilitator berupa tenaga pelatih yang akan mengajar, dalam hal ini telah ditunjuk mantan pemain nasional Bambang Nurdiansyah.
Menurut Eddi, langkah yang diambil PSSI di atas tak lepas dari kualitas sekolah sepakbola yang belum seragam. “Banyak sekolah yang asal comot pelatih. Ini tentu memprihatinkan, mengingat di sekolah sepakbola inilah pondasi pemain bola dibentuk,” kata dia.
Untuk meningkatkan kualitas sekolah sepak bola, PSSI dikatakan akan menggelar pertandingan antarsekolah sepakbola di wilayah Pengda. Sekolah terbaik akan dipertandingkan secara nasional. Jumlah sekolah sepakbola sekarang ini sudah mencapai ribuan. “Namun, persisnya kami tak tahu. Karena, izin mendirikan diberikan pengda PSSI dan sampai sekarang belum ada data tentang itu,” kata Eddi. (Nurdin)
No comments:
Post a Comment